Tag » » Kraton Wedding: Nyantri

Kraton Wedding: Nyantri


srikaton
Pada saat nyantri, mempelai pria dan keluarganya menempati Gedong Sri Katon. Gedong Sri Katon terletak dalam komplek Bangsal Kasatriyan.

Introducing the Kraton Life
Nyantri aims at acquainting the Sultan’s future son/daughter-in-law to the life of the Kraton of Yogyakarta. In the course of this ritual, s/he will be taught the way to live as a family member of the Kraton of Yogyakarta. “Nyantri may be seen as a training session for the Kraton’s future son or daughter-in-law,” said KRT Pujaningrat, a Kraton relative and cultural expert, in his residence in Mangkubumen area. Aside from teaching how things work in the Royal Palace, Nyantri is also carried out so that the Kraton may see the daily life of the future son/daughter-in-law, assessing all the behaviors and attitudes displayed during the process.
In the old times, Nyantri would be held for 40 consecutive days. It has been shortened since the reign of Sultan Hamengku Buwono IX. This is because the Kraton understands and tolerates the future son/daughter-in-law’s need to do other activities, such as work. The person who would provide the training for the future son/daughter-in-law in the past was the Pepatih Dalem (the Kraton’s Prime Minister) but, as that position has been abolished, it will be a Kraton elderly appointed by the Sultan.
As time changes, nowadays Nyantri is held for one day only. The groom in this wedding will be taught about the customs and traditions in the Royal Palace, such as how to speak in a specific level of Javanese to the Sultan, how to prostrate before him, and how to do ngapu rancang (the Javanese gesture showing respect and courteousness). He will also be trained to do laku ndhodhok, which is a certain walking gait, in a squatting position, as a form of good manners.
Nyantri will start in the Mangkubumen, a royal mansion located in the west of the Royal Palace and currently used by Widya Mataram University as a campus. From there, the groom and his family will be picked up by the Utusan Dalem (the Sultan’s envoy) and brought to Bangsal Kasatriyan. The Utusan Dalem will take the groom and his family using horse carriages in the accompaniment of a cavalry. The route to be taken will be from the Mangkubumen to Magangan, then continued to Bangsal Kasatriyan on foot.
In Bangsal Kasatriyan, the groom will have been awaited by the princes of the Kraton. Starting then until before the Akad Nikah (the wedding solemnization), it is where the bridegroom will be staying. In the meantime, the bride will be preparing herself in Sekar Kedhaton.
It is in this Nyantri process as well that the delegates from the five districts in Yogyakarta Province (Sleman, Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, and Yogyakarta City) will present to the Kraton the appurtenances for the installation of the Tarub (temporary buildings for wedding guests) and the Bleketepe (woven coconut leaves for walls, roofs, etc.). These appurtenances will be in the form of agricultural products such as coconuts, rice plants, and sugarcanes.
The bride will also perform the ritual of Nyantri, but it will be different from that for the groom. For her, the Nyantri will consist of activities to prepare for the wedding.
Nyantri
Mengenalkan Kehidupan Kraton
Prosesi Nyantri adalah prosesi yang bertujuan untuk mengenalkan calon menantu kepada Kraton Yogyakarta. Di sini, calon menantu Kraton akan diajari bagaimana hidup sebagai anggota keluarga Kraton Yogyakarta. “Nyantri ini diibaratkan sebagai training center bagi calon menantu Kraton.” ungkap KRT Pujaningrat saat ditemui di kediamannya di kawasan Mangkubumen. Selain untuk mengenalkan kehidupan di Kraton, Nyantri juga dilakukan untuk mengetahui keseharian sang calon mempelai pria dimana segala perilaku dan tindak tanduk yang ditunjukkan akan menjadi tolak ukur penilaian oleh Kraton.
Dulunya prosesi Nyantri dilaksanakan selama 40 hari. Namun sejak era Sultan Hamengku Buwono IX, proses ini dipersingkat. Hal ini dikarenakan Kraton memahami dan memberikan toleransi jika calon menantu memiliki kegiatan lain, misal bekerja. Selain perbedaan mengenai waktu, dahulu yang memberikan latihan bagi calon mantu adalah Pepatih Dalem, namun saat ini setelah posisi Pepatih Dalem ditiadakan, yang melatih saat prosesi Nyantri tersebut diganti oleh sesepuh Kraton yang ditunjuk oleh Sultan.
Seiring dengan perkembangan, saat ini prosesi Nyantri hanya dilakukan selama satu hari. Calon mempelai pria akan diajarkan adat-istiadat yang ada di Kraton, seperti cara berbahasa Jawa dengan Sultan, cara menyembah, dan ngapu rancang (gesture tubuh ala Jawa). Calon mempelai pria juga akan diajarkan laku ndodok, yakni cara berjalan dengan berjongkok yang menjadi simbol perilaku yang sopan.
Prosesi Nyantri akan diawali di Mangkubumen. Mangkubumen adalah sebuah bangunan Kraton yang saat ini digunakan Universitas Widya Mataram sebagai bangunan kampus dan terletak di sebelah barat Kraton Yogyakarta. Dari sini, calon mempelai pria dan keluarganya akan dijemput oleh Utusan Dalem dari Kraton untuk menempati Bangsal Kasatriyan. Utusan Dalem akan menjemput calon mempelai pria menggunakan beberapa kereta kuda dan diiringi oleh pasukan berkuda. Rute yang digunakan adalah dari Mangkubumen menuju ke Magangan dilanjutkan dengan berjalan kaki ke Bangsal Kasatriyan.
Di Bangsal Kasatriyan, calon mempelai pria sudah ditunggu oleh para pangeran. Mulai dari saat ini sampai dengan Ijab Kabul, calon mempelai pria akan tinggal di Bangsal Kasatriyan. Sementara itu, calon mempelai wanita akan berada di Sekar Kedhaton untuk mempersiapkan diri.
Saat prosesi Nyantri ini pula, utusan-utusan dari kelima Kabupaten yang ada di DIY (Sleman, Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, dan Kota Yogyakarta) akan mempersembahkan kepada Kraton perlengkapan-perlengkapan untuk prosesi pemasangan Tarub dan Bleketepe nantinya. Perlengkapan-perlengkapan itu berupa hasil-hasil bumi seperti kelapa, padi, dan tebu.
Calon mempelai wanita juga akan melakukan prosesi Nyantri. Namun, prosesnya akan berbeda dengan nyantri untuk calon mempelai pria. Pada calon mempelai wanita, prosesi nyantri digunakan sebagai persiapan calon mempelai wanita untuk menghadapi pernikahan.

sumber: http://kratonwedding.com/nyantri/



0 komentar:

Post a Comment

Widget 1
Widget 2
Widget 3
Last Update ▼ | Recent News ► | Selamat datang di Nugroscom. Pusat informasi dan artikel kehidupan di dunia maya, dari pada mainan facebook, twitter, browsing gak jelas, apalagi hunting videonya luna maya dan Ariel apa lagi mikirin Gayus tambunan Atau si Cantik Angelina sondakh mending baca artikel disini. Semoga Bermanfaat | Postingan Acak... | Tools | Go to Top | Home


Nugroscom by JarNug , No Copyright, 2008-2013 | Powered by Blogger.